Minggu, 08 Agustus 2021

DKC dan Saka Bakti Husada Sleman Ikuti Sosialisasi dan Edukasi Adaptasi Kebiasaan Baru yang Diselenggarakan BIN


     Sleman - Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega tingkat Cabang (DKC) Sleman yaitu Kak Anjelica Amandasari, Kak Ilma Amalia Zahrotun, dan Kak Bazigan Tsamara bersama 4 orang perwakilan Saka Bakti Husada Cabang Sleman didampingi Kak Susanto, S.E. selaku Andalan Cabang Urusan Pramuka Peduli menghadiri Sosialisasi dan Edukasi Adaptasi Kebiasaan Baru, Minggu (08/08/2021) bertempat di Sasono Hinggil Dwi Abad. 

     Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Tim Velox Badan Intelijen Negara juga dihadiri oleh Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka sekaligus perwakilan dari Keraton Yogyakarta yaitu GKR Mangkubumi. Tamu undangan yang lain adalah Wakil Ketua Kwarda DIY, Drs. Krido Suprayitno, M.Si., Kabinda DIY, Brigjen. Pol. Dr. Andry Wibowo S.I.K., M.H., M.Si., Laksma TNI Heri Jamhari, Pengawas Tim Velox BIN, Kolonel SHB Suprandono, dan Ketua Tim Velox BIN, Bara Bagja Nadiar. 

     “Sosialisasi dan Edukasi Adaptasi kebiasaan Baru diadakan oleh Badan Intelijen Negara sebagai bentuk dukungan untuk memutus rantai penyebaran virus Covid-19 ini sudah diadakan kurang lebih selama 1 tahun sejak awal pandemi dan menyebar diseluruh Indonesia.” Ujar Kolonel SHB Suprandono pada sambutannya. 

     GKR Mangkubumi menyambut baik kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Adaptasi Kebiasaan Baru untuk memberi pemahaman arti penting dalam kehidupan sehari-hari. “Zaman dahulu kita berperang melawan penjajah, namun saat ini kita berperang melawan virus Covid-19 yang mengancam semua orang, 270.000.000 lebih orang menjadi sasaran sehingga harus kita dorong untuk memahami prinsip dan melakukan kegiatan yang harus kita lakukan bersama-sama untuk menghadapi Covid-19 ini, pemerintah juga harus membangun sistem kesehatan yang lebih baik.” Kata Brigjen. Pol. Dr. Andry Wibowo S.I.K., M.H., M.Si.

     Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Tim Velox BIN. Materi terkait Covid-19, edukasi mengenai adaptasi kebiasaan baru, dan tentang vaksinasi. Adaptasi kebiasaan baru merupakan masa dimana masyarakat memiliki kebiasaan baru, yaitu mengutamakan hidup sehat dengan menerapkan protocol kesehatan secara ketat, sehingga dapat terus beraktivitas dan produktif di era Pandemi Covid-19 ini. Langkah pencegahan terdiri dari 5 M, yaitu Mencuci tangan, Memakai Masker, Membatasi mobilitas, Menjaga jarak, dan Menjauhi kerumunan. “Protokol kesehatan adalah pelengkap agar tidak terpapar Covid-19, namun tidak menjamin karena kita juga harus melakukan pola hidup sehat.” Ujar Tim Velox BIN. 

     “Fungsi vaksinasi adalah sebagai memperkuat daya tahan tubuh kita dengan membentuk antibody, untuk mengurangi resiko jika tubuh terpapar virus Covid-19 penyakitnya tidak akan lebih berat. Jadi bukan berarti setelah kita suntik vaksin pandemi akan hilang, tetapi akan berdampingan dengan kita. Pandemi dikatakan sudah berakhir apabila sudah terkendali dengan baik.” Kata Tim Velox BIN. Tujuan dari vaksinasi adalah sebagai alat control pandemi, mencapai kekebalan kelompok, menjaga produktivitas dan meminimalkan dampak sosial maupun ekonomi. 


Penulis : Anjelica Amandasari

0 komentar:

Posting Komentar